ALSA ONLINE LEGAL NEWS-“E-COURT”

PENGERTIAN E-COURT 

E-Court adalah layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara secara online, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara secara online. Pembayaran secara online, pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik, dan persidangan yang dilakukan secara elektronik.

DASAR HUKUM

Dasar hukum berlakunya E-Court tercantum dalam peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 3 tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik. Dari PERMA tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa berlakunya E-Court di Indonesia sah dan diakui oleh pengadilan

TATA CARA PENDAFTARAN

  1. Pengguna Terdaftar dan Pengguna Lainnya

Advokat selaku Pengguna Terdaftar dan Para Pencari Keadilan (Non-Advokat) selaku Pengguna Lainnya yang sudah terdaftar dapat beracara di seluruh Pengadilan yang sudah aktif dalam pemilihan saat mau mendaftar perkara baru.

Pendaftaran perkara online dilakukan setelah terdaftar sebagai pengguna terdaftar dengan memilih Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, atau Pengadilan TUN yang sudah aktif melakukan pelayanan e-Court. Semua berkas pendaftaran dikirim secara elektronik melalui aplikasi e-Court Makamah Agung RI.

Dengan melakukan pendaftaran perkara online melalui e-Court, Pendaftar akan secara otomatis mendapatkan Taksiran Panjar Biaya (e-SKUM) dan Nomor Pembayaran (Virtual Account) yang dapat dibayarkan melalui saluran elektronik (Multi Channel) yang tersedia

Setelah Pendaftar melakukan pembayaran sesuai Taksiran Panjar Biaya (e-Skum), Pengadilan memberikan Nomor Perkara pada hari dan jam kerja, kemudian aplikasi e-Court akan memberikan notifikasi/pemberitahuan bahwa perkara sudah terdaftar di Pengadilan

Panggilan sidang dan Pemberitahuan Putusan disampaikan kepada para pihak melalui saluran elektronik ke alamat email para pihak serta informasi panggilan tersebut bisa dilihat pada aplikasi e-Court.

Aplikasi mendukung dalam hal persidangan secara elektronik (online) sehingga dapat dilakukan pengiriman dokumen persidangan seperti Replik, Duplik, Jawaban dan Kesimpulan secara elektronik.

Aplikasi memuat informasi putusan yaitu tanggal putusan, amar putusan, tanggal minutasi dan salinan putusan elektronik dapat diunduh melalui aplikasi ini.

TANTANGAN KE DEPAN

Pertama, belum meratanya akses jaringan internet. Menurut data Badan Pembangunin Nasional di seluruh Indonesia ada sekitar 25.000 desa yang belum menikmati jaringan internet, sebagian besar di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua yang sebagian besar daerahnya tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Hal ini merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia agar mampu membangun jaringan internet yang menjangkau sampai daerah-daerah tersebut.

                  Kedua, serangan peretas/hacker. Para hacker tidak mengenal lawan, mereka menyerang lembaga apa saja yang mereka anggap penting. Bahkan, di tahun 2013 Indonesia paling banyak melakukan serangan cyber mengalahkan China. Hacker-hacker ini bahkan menyerang instansi pengadilan, seperti Pengadilan Negeri Unaha, Sulawesi Tenggara dan Pengadilan Negeri Negara, Bali. Para hacker melakukan perusakan jaringan internet selama berbulan-bulan, bahkan di PN Negara, hacker menyebarkan foto-foto yang berbau SARA. Hal ini tentu menjadi tantangan penggunan E-Court kedepan, bagaimana menanggulangi para hacker tersebut. Kita tidak ingin misalnya hacker memanipulasi panggilan dan jadwal siding, para pihak seolah-olah dipanggil melalui e-mail padahal pengadilan tidak pernah melakukan panggilan tersebut. Selain meruntuhkan kepercayaan penggunaan E-Court, hal ini dapat merugikan para pencari keadilan.

                  Ketiga, pengetahuan teknologi pegawai pengadilan. Sebagian besar pegawai dan hakim masih banyak yang belum melek teknologi, terutama yang berumur 50 tahun ke atas, bagaimana mungkin bisa menerapkan aplikasi E-Court dengan baik apabila para hakim dan pegawai pengadilan tidak melek teknologi? Mahkamah Agung harus dapat menjawab tantangan ini dengan cara merekrut calon-calon hakim yang sudah melek teknologi, agar para pengadil muda tersebut dapat mengisi kemelekan teknologi di lingkungan pengadilan.

DAFTAR PUSTAKA

https://ecourt.mahkamahagung.go.id , Diakses tanggal 15 Oktober 2019

https://pa-unaaha.go.id/prosedur-beracara/prosedur-pendaftaran-online, Diakses tanggal 15 Oktober 2019

https://www.hukumonline.com/pihak-pihak-yang-bisa-mengakses-layanan-e-court , Diakses tanggal 15 Oktober 20

https://pn-sukabumikota.go.id/dasar-hukum-e-court, Diakses tanggal 15 Oktober 2019

 https://www.hukumonline.com/e-court-demi-peradilan-cepat-dan-biaya-ringan, Diakses tanggal 15 Oktober 2019

https://www.hukumonline.com/e-court-prospek-cemerlang-masa-depan-peradilan-indonesia, Diakses tanggal 15 Oktober 2019

https://www/kompasiana.com, Diakses tanggal 15 Oktober 2019

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *