ALSA ONLINE LEGAL NEWS OKTOBER –“APA ITU REFERENDUM?”

ALSA ONLINE LEGAL NEWS bulan Oktober “Apa itu Referendum?”

APA ITU REFERENDUM ?

Latar Belakang
Popularitas referendum sedang meningkat, pun memang menjadi sesuatu yang wajar untuk dilaksanakan. Masih lekang dalam ingatan kita bagaimana fenomena “Brexit” terjadi beberapa waktu lalu. Hasil referendum di Inggris yang dilaksanakan pada 23 Juni 2016 menyatakan 52% masyarakat Inggris setuju untuk keluar dari Uni Eropa. Hanya 48% yang setuju agar Inggris Raya tetap dalam Uni Eropa. Thailand juga baru saja selesai mengadakan referendum untuk menentukan apakah rakyat setuju dengan konstitusi baru. Hasilnya, 61,5% penduduk setuju dengan konstitusi baru yang disusun oleh junta militer. Pihak yang gagal dalam referendum Thailand itu menyatakan kemenangan militer dan kegagalan demokrasi di Thailand.
Indonesia belum pernah melaksanakan referendum secara nasional. Referendum pernah dilaksanakan secara partial, yaitu di Papua pada 1969 dan Timor-Timur pada 1999.

Apa si Referendum?
Referendum (dari bahasa Latin) atau jajak pendapat adalah suatu proses pemungutan suara semesta untuk mengambil sebuah keputusan[1], terutama keputusan politik yang memengaruhi suatu negara secara keseluruhan, misalnya seperti adopsi atau amendemen konstitusi atau undang-undang baru, atau perubahan wilayah suatu negara.

Bagaimana putusan hasil referendum?
Pada sebuah referendum, masyarakat yang memiliki hak pilih dimintai pendapatnya. Hasil referendum bisa dianggap mengikat atau tidak mengikat. Sebuah referendum dianggap mengikat apabila pemerintah harus mengikuti seluruh jawaban rakyat yang ada dalam hasil referendum. Apabila referendum tidak mengikat, berarti referendum itu hanya digunakan sebagai fungsi penasihat saja, di mana hasil yang ada tidak harus diikuti, namun menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

Jenis jenis referendum ?
Pada umumnya, terdapat dua jenis referendum, yaitu referendum legislatif dan referendum semesta. Referendum legislatif dilakukan apabila suatu adopsi atau perubahan/pembaharuan konstitusi atau undang-undang mewajibkan adanya persetujuan rakyat seluruhnya. Sedangkan referendum semesta adalah sebuah aksi referendum yang diselenggarakan berdasarkan kemauan rakyat, yang didahului oleh sebuah aksi demonstrasi atau petisi yang berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas

Sistem pemerintahan referendum?
Sistem pemerintahan referendum adalah bentuk sistem pemerintahan yang merupakan variasi dari sistem pemerintahan parlementer dan presidensial. Sistem ini diterapkan di negara Swiss. Tugas pembuat undang-undang berada di bawah pengawasan rakyat yang mempunyai hak pilih. Salah satu untuk menghindari pemerintahan yang absolut ialah sistem yang dipergunakan yang dilaksanakan di Swiss, yaitu disebut dengan referendum. Sistem ini merupakan pemerintahan perwaakilan rakyat dengan sistem pemisahan kekuasaan.

Di dalam sistem referendum ini, di Swiss band eksekutif disebut Bundesrat yang bersifat suatu dewan, merupakan bagian daripada badan legislatif, yang disebut Bundesversammlung. Bundesversammlung terdiri dari Nasionalrat dan Standerat. Nasionalrat adalah badan perwakilan nasional. Sedangkan Standerat adalah merupakan perwakilan daripada negara-negara bagian yang disebut kanton.
Bundesrat itu hanya semata-mataa menjadi badan pelaksanan saja daripada segala kehendak atau keputusan Bundesversammlung. Diantara anggota-anggota Bundesversammlung itu ditunjuk tuju orang, yang kemudian tuju orang ini merupakan suatu badan yang bertugas melaksanakan secara administratif keputusan-keputusan dari Bundesversammlung

Referendum dibagi menjadi dua bagian yaitu referendum obligator, referendum fakultatif dan referendum konsultatif.
• Referendum obligatoire (refendum yang wajib)
Referendum obligatoire adalah referendum yang menentukan berlakunya suatu undang-undang atau suatu peraturan. Artinya, suatu undang-undang baru dapat berlaku apabila mendapat persetujuan rakyat melalui referendum atau pemungutan suara langsung oleh rakyat tanpa melalui badan perwakilan rakyat.
• Referendum fakultatif (referendum yang tidak wajib)
Referendum fakultatif adalah refendum yang menentukan apakah suatu undang-undang yang sedang berlaku dapat terus dipergunakan atau tidak, atau perlu ada tidaknya perubahan-perubahan.
• Referendum konsultatif
Referendun konsultatif adalah referendum yang menyangkut soal-soal teknis. Biasanya rakyat sendiri kurang paham tentang materi undang-undang yang dimintakan persetujuannya.
Sistem referendum ini memiliki cirri-ciri sebagai berikut yaitu :
1). tugas pembuat undang-undang (legislatif) berada di bawah pengawasan rakyat yang mempunyai hak pilih
2). legislatif adalah representasi dari rakyat
3). eksekutif dipilih oleh legislatif untuk waktu 3 tahun lamanya dan dapat dipilih kembali
4). kestabilan dari sistem ini dipengaruhi oleh adanya kesepahaman antara eksekutif selaku pemegang kebijakan politik dengan rakyat

Di dalam referendum obligatur ini, untuk dapat membuat undang-undang, memerlukan persetujuan dari rakyat dengan suara terbanyak. Setelah badan legislatif membuat rencana undang-undang, maka rencana itu harus ditawarkan kepada rakyat, dengan jalan pemungutan suara rakyat (referendum). Stelah ternyata sebagian besar suara rakyat menyetujui rencana undang-undang tersebut, barulah rencana itu disahkan sebagai undang-undang.Sebaliknya dalam referendum fakultatif, badan legislatif membuat undang-undang dulu. Kalau dalam waktu tertentu tidak ada sejumlah warganegara yang menyatakan ketidaksetujuannya, maka rencana undang-undang tersebut sudah tetap sebagai undang-undang. Tetapi dalam waktu tertentu sejumlah warga negara menyatakan ketidaksetujuannya, barulah badan legislatif memintakan persetujuan kepada seluruh rakyat seperti pada era obligatur.

Kelebihan
• Dengan referendum setiap masalah negara rakyat langsung ikut serta menanggulanginya
• Referendum merupakan alat untuk merealisir (secara terbatas) demokrasi langsung. System ini dimungkinkan untuk dilaksanakan dinegara-negara modern, karena melalui system ini rakyat yang dimintai pendapatnya tidak perlu berkumpul disuatu tempat secara bersamaan, tetapi cukup melalui tempat-tempat pemungutan suara untuk menentukan pendapat mereka.
• Keuntungan lain dari sistem inisiatif atau referendum tersebut memungkinkan rakyat untuk melakukan pengawasan terhadap lembaga legislatif yang kinerjanya buruk dan lamban, dan sekaligus merupakan alat yang sangat berguna untuk pendidikan para pemilih. (John H. Ferguson dan Dean E. McHenry, 1961: 232).

Kelemahan
• Namun dengan referendum tidak setiap masalah rakyat mampu menyelesaikannya karena untuk mengatasinya perlu pengetahuan yang cukup harus dimiliki oleh rakyat itu sendiri. Sistem ini tak bisa dilaksanakan jika banyak terdapat perbedaan paham antara rakyat dan eksekutif yang menyangkut kebijaksanaan politik.
• Referendum dijadikan alat yang meletakkan beban tambahan pada para pemilih yang sudah mendapat beban yang berlebihan. Beban demikian bisa berupa beban tenaga, karena bisa jadi sebentar-sebentar rakyat harus meluangkan waktunya untuk memberikan suaranya dalam referendum.
• Beban juga dapat berupa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh negara kalau banyak tuntutan yang mempunyai kekuatan yang sah, untuk dilakukannya referendum. Biaya referendum yang kenyataannya memang besar, tentunya akan disadari oleh rakyat, karena biaya tersebut dikeluarkan memang untuk kepentingan mereka sendiri juga, bukan untuk biaya yang tidak jelas, atau untuk menyediakan berbagai fasilitas mewah bagi para pejabat.
• Kedua lembaga tersebut dapat berakibat mengubah pemerintahan perwakilan dengan menghancurkan pertanggungjawaban lembaga legislatif. Dengan kata lain, dengan adanya inisiatif rakyat dan referendum, pembuatan kebijakan publik dan penilaian atas kebijakan tersebut yang seharusnya menjadi tanggungjawab legislatif, dialihkan menjadi tanggungjawab rakyat.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Referendum
https://www.academia.edu/20005040/sistem_demokrasi_referendum_di_indonesia
John H. Ferguson dan Dean E. McHenry, 1961: 232

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *