ALSA ONLINE LEGAL NEWS-“PROBLEMATIKA PEMBUNUHAN DI INDONESIA”

LATAR BELAKANG

Pembunuhan bukan lagi merupakan hal baru didalam kehidupan masyarakat. Begitu seringnya terjadi tindak pidana pembunuhan, sehingga masyarakat sudah tidak terkejut lagi mendengar, melihat, serta menyaksikannya. Bahkan tidak dapat diungkiri bahwa ada warga masyarakat yang pernah menjadi pelaku dan juga korban pembunuhan.

PENGERTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN

  1. Pengertian pembunuhan menurut bahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mengemukakan bahwa “membunuh artinya membuat supaya mati, menghilangkan nyawa, sedangkan pembunuhan berarti perkara membunuh, perbuatan atau hal membunuh.”
  2. Pengertian pembunuhan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dalam KUHP tindak pidana terhadap nyawa diatur dalam Buku II Bab XIX (Pasal 338 sampai dengan Pasal 350 KUHP).

JENIS-JENIS PEMBUNUHAN

Dari ketentuan mengenai pidana tentang kejahatan yang ditujukan terhadap nyawa orang juga dapat mengetahui bahwa bentuk undang-undang telah membedakan jenis-jenis tindak pidana pembunuhan (Adami Chazawi, 2007 : 56) antara lain:

  1. Pembunuhan biasa dala bentuk pokok (Pasal 338 KUHP)
  2. Pembunuhan yang diikuti, disertai dan didahului dengan tindak pidana lain (Pasal 339 KUHP)
  3. Pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP)
  4. Pembunuhan ibu terhadap bayinya pada saat atau tidak lama setelah dilahirkan (Pasal 341 dan 342 KUHP)
  5. Pembunuhan atas permintaan korban (Pasal 344 KUHP)
  6. Penganjuran dan penolongan pada bunuh diri (Pasal 345 KUHP)
  7. Pengangguran dan pembunuhan terhadap kandungan (Pasal 346 dan 349 KUHP)

UNSUR-UNSUR PEMBUNUHAN

Menurut Adam Chazawi, kejahatan terhadap nyawa dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dibedakan menjadi 2 dasar, yaitu:

  1. Atas dasar unsur kesalahannya dibedakan pula menjadi 2 bagian yaitu:
  2. Kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan dengan sengaja (dolus midrijiven).
  3. Kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan dengan tidak sengaja (culpose midrijen).
  4. Atas dasar objeknya (nyawa) dibedakan menjadi 3 mcam, yakni:
  5. Kejahatan terhadap nyawa orang pada umumnya.
  6. Kejahatan terhadap nyawa bayi pada saat atau tidak lama setelah dilahirkan.
  7. Kejahatan terhadap nyawa bayi yang masih ada dalam kandungan ibu (janin).

SOURCE :

Iskandar, Benni, “Tindak Pidana Pembunuhan Dalam Bentuk Pokok (Doodslag) Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Konsep KUHP Nasional dan Hukum Pidana Islam, Medan: Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Af’idah, Andi Hikmatul, “Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang Dilakukan Secara Bersama-sama”, Makassar: Fakultas Hukum Universitas Hassanudin, 2014.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

http://repository.ump.ac.id/2296/3/ENDANG%20-%20BAB%2011.pdf, diakses pada tanggal 24 November 2018 pukul 08:30 WIB.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *