Karya Tulis bulan maret 2019

KONTROVERSI BOCORAN SOAL DALAM DEBAT TERBUKA PILPRES 2019

 OLEH :

Dwi Hastutiningtyas

E1A017392

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS HUKUM

PURWOKERTO

2018

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Pemilihan presiden dan wakil presiden tak lama lagi akan digelar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menentukan ajang lima tahunan itu akan digelar sekitar sebulan lagi pada tanggal 17 April 2019.

Dua pasang kandidat telah ditetapkan oleh KPU untuk berpartisipasi pada ajang Pilpres kali ini, yakni pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Koalisi-koalisi partai politik telah terbentuk untuk bersama-sama mengusung kedua pasangan calon tersebut. Tujuannya satu, memenangkan calon yang diusung pada Pilpres 2019.

Berstatus sebagai petahana, Jokowi tak mengalami kesulitan berarti untuk membentuk koalisi. Bersama Ma’ruf, Jokowi disokong oleh sembilan mesin parpol yang melebur dalam identitas Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Mereka diantaranya PDIP, PKB, Golkar, Perindo, NasDem, Hanura, PKPI, PSI, dan PPP.

Sedangkan pesaingnya, Prabowo-Sandiaga didukung oleh lima parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Mereka diantaranya Partai Gerindra, Demokrat, PKS, PAN Partai Berkarya. Persaingan antara kedua kubu mulai nampak memanas. Saling serang melalui serangan ‘udara’ atau melalui media massa maupun serangan ‘darat’ acap kali terjadi belakangan ini.

Kampanye hitam atau black campaign kerap ditemukan. Tidak hanya kampanye hitam, debat calon presiden dan wakil presiden pun tidak luput dari sorotan publik. Sistem debat yang baru menjadi polemik dalam tahun politik ini.

Berangkat dari permasalahan tersebut penulis tertarik untuk mengambil judul “Kontroversi Bocoran Soal dalam Debat Terbuka Pilpres 2019”

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana sistem debat pilpres tahun 2019?
  2. Bagaimanakah kontroversi bocoran soal dalam debat pilpres 2019?
  3. Bagaimana respon dari pasangan capres dan cawares mengenai kontroversi bocoran soal debat pilpres 2019?
  • Tujuan

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah

  1. Untuk mengetahui dan menjelaskan sistem debat pilpres tahun 2019.
  2. Untuk mengetahui kontroversi bocoran soal dalam debat pilpres 2019.
  3. Untuk mengetahui respon dari pasangan capres dan cawares mengenai kontroversi bocoran soal debat pilpres 2019.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Sistem Debat Pilpres Tahun 2019

Debat adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berpendapat akan Menyatakan argumen dan memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan itu yakin dan berpihak kepadanya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menghelat debat capres pertama di Pilpres 2019, Kamis, 17 Januari 2019 malam di Hotel Bidakara, Jakarta dengan mengambil tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Debat dimulai pukul 20.00 WIB dan digelar selama sekitar 90 menit. Debat akan terdiri dari enam segmen.

Segmen pertama, pemaparan visi-misi oleh masing-masing pasangan capres-cawapres selama total 23 menit 15 detik. Segmen kedua dan ketiga, menjawab pertanyaan terbuka, yakni pertanyaan yang telah disusun panelis dan sudah diberikan kepada masing-masing pasangan calon sepekan sebelum debat, terkait tema debat. Segmen kedua dan ketiga diberi waktu 31 menit. Segmen keempat dan kelima, masing-masing pasangan calon melemparkan pertanyaan kepada pasangan calon lainnya, dan melakukan debat antar kandidat atas pertanyaan dan jawaban yang diberikan.

Pada kesempatan ini, masing-masing pasangan diberikan waktu selama 13 menit, sehingga total segmen keempat dan kelima akan berlangsung selama 26 menit. Segmen keenam, KPU memberikan waktu kepada masing-masing pasangan calon untuk memberi pernyataan penutup selama maksimum 11 menit 30 detik. Moderator dalam debat perdana ini adalah Ira Koesno dan Imam Priyono.

KPU menyediakan 500 undangan untuk pengunjung di dalam ruang debat. 300 undangan merupakan kewenangan KPU RI untuk mengundang, sedangkan 200 undangan diberikan kepada pasangan calon untuk mengundang masing-masing 100 undangan. KPU juga menyediakan layar di luar Hotel Bidakara, untuk tim pendukung pasangan calon yang tidak dapat masuk ke ruang debat. Selain itu debat pertama akan disiarkan langsung tiga stasiun televisi yakni TVRI, Kompas TV dan RTV, serta satu lembaga penyiaran RRI. KPU turut mengundang mantan Presiden dan Wakil Presiden serta duta besar negara sahabat untuk menyaksikan jalannya debat.  Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

  • Kontroversi Bocoran Soal dalam Debat Pilpres 2019

Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menerapkan dua model lontaran pertanyaan pada debat calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019. Salah satunya adalah model pertanyaan terbuka. Pada model ini, KPU akan memberikan daftar pertanyaan ke pasangan calon presiden dan wakil presiden sepekan sebelum debat. Debat pertama diselenggarakan 17 Januari 2019, daftar pertanyaan sampai ke tangan pasangan calon 10 Januari 2019.

Langkah KPU tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Beberapa pihak ini menilai, seharusnya, pertanyaan diberikan kepada peserta langsung pada saat debat digelar sehingga mereka dapat menjawab secara spontan. Kritik itu datang salah satunya dari mantan Komisioner KPU yang menilai, pemberian pertanyaan debat adalah hal aneh. Alasan KPU dalam mengambil langkah tersebut juga dipandang kurang relevan. Sistem debat ini dipandang aneh, karena sebuah debat pertanyaannya disampaikan lebih dulu kepada paslon. Yang mestinya itu otentik muncul dalam proses debat.

Langkah KPU bisa menjadikan debat sebagai formalitas belaka. Dengan alasan keamanan jawaban agar tidak ‘kepeleset’, waktu mepet sehingga monoton, ini yang mesti diantisipasi KPU. Namun dengan metode debat yang demikian, capres-cawapres bisa lebih dulu menyiapkan jawaban sehingga informasi tentang program mereka akan lebih mendalam. Jika metode tersebut diterapkan pada debat pertama, KPU perlu mengevaluasi agar debat berikutnya berlangsung menarik. Atas kritik tersebut, KPU memberikan tanggapan bahwa pemberian pertanyaan sebelum debat bertujuan agar jawaban pasangan calon dapat menyampaikan penjelasan secara lebih mendalam.

Dengan memberikan soal sebelumnya, gagasan yang disampaikan pasangan calon bisa lebih diuraikan dengan jelas dan utuh, metode ini juga dapat membuat publik menilai pasangan calon berdasar informasi yang lebih utuh tentang bagaimana rencana mereka membangun Indonesia lima tahun ke depan. Selain itu, tujuan pemberian kisi-kisi adalah menjalankan debat sebagai metode kampanye, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Kebijakan ini merupakan kesepakatan antara KPU, pihak pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dari daftar pertanyaan yang dikirimkan, tidak semua akan dimunculkan dalam debat. Peserta debat tidak akan diberi tahu pertanyaan mana yang bakal muncul. Selain model terbuka, ada juga pola pertanyaan tertutup. Pada model ini, masing-masing pasangan calon mengajukan pertanyaan ke paslon lainnya.

  • Respon dari Pasangan Capres dan Cawares Mengenai Kontroversi Bocoran Soal Debat Pilpres 2019

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menanggapi model pertanyaan terbuka bukan berarti akan membuat debat menjadi mudah lantaran banyaknya pertanyaan yang akan diajukan. Pasangan calon belum mengetahui pertanyaan mana dalam kisi-kisi tersebut yang harus mereka jawab. Menurut Ma’ruf Amin hal itu juga tidak memudahkan, sebab pertanyannya banyak dan diacak dan belum dibagi secara rinci. Yang dilemparkan ke pasangan calon juga belum diketahui. Langkah KPU yang akan memberikan daftar pertanyaan kepada kandidat sepekan sebelum debat adalah permintaan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut kubu pasangan ini, permintaan itu disampaikan kubu Prabowo dalam rapat tertutup bersama Tim Jokowi dan juga KPU.

Respons Kubu Prabowo-Sandiaga adalah pihaknya tidak masalah dengan langkah KPU tersebut. Pada prinsipnya, pasangan ini tidak ada masalah apakah daftar pertanyaan itu diberikan terlebih dahulu atau tidak diberikan kepada kandidat karena 30 daftar pertanyaan yang diberikan dibuat oleh enam orang panelis. Sementara, saat debat nanti, akan diundi pertanyaan yang diajukan kepada kandidat. Yang mana pertanyaan yang benar-benar diajukan akan dipilih ketika debat. Jadi posisi pasangan calon diberikan 30 pertanyaan itu atau tidak diberikan, tidak masalah.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan dan Saran

Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menerapkan dua model lontaran pertanyaan pada debat calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019. Salah satunya adalah model pertanyaan terbuka. Pada model ini, KPU akan memberikan daftar pertanyaan ke pasangan calon presiden dan wakil presiden sepekan sebelum debat. Beberapa pihak menilai, seharusnya pertanyaan diberikan kepada peserta langsung pada saat debat digelar sehingga mereka dapat menjawab secara spontan, namun kedua pasangan calon tidak mempermasalahkan tentang hal ini.

Sebaiknya KPU tidak terlalu banyak memberikan bocoran soal, tetapi hanya mengarahkan saja. Dengan harapan akan memberikan impact leadership kepada calo presiden dan wakil presiden, serta dapat terlihatnya kemampuan calon dalam menghadapi pertanyaan secara spontan.

DAFTAR PUSTAKA

Dipodjojo, Asdi S. 1984. Komunikasi Lisan Cetakan kedua. Yogyakarta: PD Lukman, Hlm. 59.

Adhi, Wicaksono. Tahun Politik dan Tensi Panas 2019. diakses dari

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181221135450-32-355501/tahun-politik-dan-tensi-panas-2019. Pada tanggal 16 Maret 2019, Pukul 23.27

Saputri, Maya. Detail Tata Cara dan Aturan Debat Capres Pilpres 2019 per

Segmen, diakses dari https://tirto.id/detail-tata-cara-dan-aturan-debat-capres-pilpres-2019-per-segmen-dez5. Pada tanggal 16 Maret 2019, Pukul 01.24

Halim, Devina.  Komentar Ma’ruf Amin soal Pemberian Pertanyaan Sebelum

Debat, diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2019/01/06/

21482621/komentar-maruf-amin-soal-pemberian-pertanyaan-sebelum-debat. Pada tanggal 16 Maret 2019. Pukul 02.22

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *